Pernahkah kau memiliki sahabat yang membersamaimu sepanjang waktu ?
Mereka yang tidak pernah meninggalkanmu barang sebentar, selalu datang tanpa diminta bahkan ketika engkau ingin sendirian. Aku punya sahabat yang seperti itu, bahkan aku rajin mengusirnya ketika mereka mendekat. Tapi ya gimana ya, usahaku sia-sia mengusir mereka. Mereka kekeuh, tak sedetikpun meninggalkanku. Aku benci mereka karena tak membiarkanku sendirian. Aku benci mereka karena mereka setia bersamaku. Aku benci mereka karena tak membiarkanku bebas. Kebencian selalu berkonotasi negatif. Mungkin terdengar aku begitu kejam dan tega pada para sahabatku sendiri.
Kenalkan sahabat pertamaku namanya Overthinking. Suaranya terdengar begitu cerewet dalam otakku. Ia sering sekali bercerita dengan cara hiperbola nan melankolis terutama ketika kami hanya berdua.Setiap malam ia mendongengkanku sebelum aku tidur, kadang-kadang aku tidak sadar hari sudah fajar ketika ia belum juga menyudahi dongengnya. Aku terjaga sepanjang malam demi mendengar semua ceritanya. For your information, dia suka horror dan thriller. Keduanya adalah genre favoritnya. Bayangkan saja kau punya teman yang hobi mendongeng horror dan thriller dengan cara hiperbola. Aku benci dia tapi dia sangat menyayangiku.
Baik selanjutnya kenalkan temanku yang satu ini, namanya cukup keren. Insecure. Kami dekat karena aku Introvert. Introvert dan Insecure, kedekatan kami terjalin begitu akrab karena sama-sama tidak nyaman di keramaian. Terkadang ketika kami jalan berdua saja, aku selalu mendengarkannya lebih daripada orang-orang di sekitarku. Aku merasa tidak diterima oleh orang-orang, maka dari itu Insecure seringkali melindungiku. Dia tak membiarkanku bertemu orang-orang, tak membiarkanku mengambil resiko atau langkah besar, selalu meyakinkanku untuk mendengarkan nasehatnya. Dia hanya ramah padaku, tapi tidak pada orang-orang. hmm mungkin itu saja tentangnya.
Kalau yang satu ini adalah sahabatku yang entah kenapa selalu merasa tertantang, aku benci terus merasa berbahaya didekatnya tapi tetap tak sanggup melepaskan tangannya yang menggenggam tanganku. Aku sering gemetar, berkeringat, dan sakit kepalaku semakin parah ketika bersamanya. Aku benci Anxious meski namanya terdengar cukup bagus. Aku benci Anxious karena setiap saat memegang tanganku seolah-olah aku hanya miliknya. Dia terlalu posesif.
Aku benci ketiga sahabatku itu.
Aku benci mereka.
2021.
Comments
Post a Comment